Sebelum Bikin Kartu Kredit, Kamu Harus Tahu 3 Hal Ini Dulu.

Modal adalah salah satu faktor kunci dalam memulai dan membangun bisnis. Berjalannya bisnis tergantung bagaimana ketersediaan modal. Bisnis yang terus berjalan dari waktu ke waktu kelak berpotensi menjadi bisnis besar. Sudah tentu untuk

membuat bisnis jadi besar dibutuhkan

modal yang besar.

Ada satu waktu sejumlah pebisnis mengalami kekurangan modal untuk mencapai target yang mereka buat. Solusi untuk mengatasi kurangnya modal tersebut adalah dengan mengambil kredit yang disediakan lembaga keuangan yang menyediakan kredit.

Bank sebagai lembaga keuangan menyediakan kredit mulai dari Kredit Tanpa Agunan (KTA), Kredit Multiguna (KMG), hingga kartu kredit. Dibandingkan KMG, jelas memakai KTA lebih untung karena tak perlu menjaminkan apa pun dan bunganya juga terjangkau. Namun, dalam prosesnya, ada waktu yang diperlukan. Paling cepat 3 hari, paling lama 21 hari.

Lebih cepat berutang dengan kartu kredit. Hanya menggesekkan kartu, transaksi sudah selesai dilakukan. Nah, bagaimana kalau menutupi kurangnya modal atau cari tambahan modal dengan pakai kartu kredit? Bisa kok asalkan memerhatikan beberapa hal berikut ini.

Baca Juga: 

1. Berapa Besar Dana yang Dibutuhkan?

Modal Bisnis Kartu Kredit© Disediakan oleh PT. Dwi Cermat Indonesia Modal Bisnis Kartu Kredit Hitung Dana yang Dibutuhkan

Karena  didapat dari kartu kredit, beberapa hal perlu dipertimbangkan mulai dari besaran dana dan peruntukan dana. Untuk besaran dana yang dipakai, ketahui seberapa besar limit kartu kredit yang dimiliki.

Kemudian dana yang dibutuhkan tersebut haruslah

digunakan untuk membeli barang-barang yang transaksinya bisa dilakukan dengan kartu kredit. Bisa-bisa saja tarik tunai dari kartu kredit, tapi ada biaya tambahan yang lumayan besar yang harus dibayarkan.

2. Bandingkan Omzet dengan Cicilan yang Dibayar

Omzet Bisnis Kartu Kredit© Disediakan oleh PT. Dwi Cermat Indonesia Omzet Bisnis Kartu Kredit Estimasikan Besaran Cicilan dengan Omzet Bisnis

Perlu diingat bertransaksi dengan kartu kredit berarti Anda sedang berutang dengan pemberi kredit. Inilah kenapa pentingnya dilakukan perhitungan dengan

mempertimbangkan limit kredit dan omzet (business income).

Bayangkan jika Anda tidak melakukan perhitungan dengan mempertimbangkan kedua hal tersebut. Bisa-bisa Anda tidak mendapat profit sama sekali atau harus menanggung beban utang dengan memakai dana pribadi. Padahal, baiknya cicilan kartu kredit ditanggung dari penghasilan bisnis yang diperoleh.

3. Limit Kartu Kredit

Limit Kartu Kredit Bisnis© Disediakan oleh PT. Dwi Cermat Indonesia Limit Kartu Kredit Bisnis Ingat, Kartu Kredit yang Digunakan Ada Limitnya

Biar barang-barang yang masuk sebagai modal dalam bisnis terbeli, pastikan limit kartu kredit sanggup mencukupinya. Buat perhitungan agar barang-barang yang akan dibeli masuk limit. Anda dapat

melakukan perbandingan harga untuk membuat estimasi. Lakukan perbandingan harga secara online lebih dahulu dengan melihat-lihat di beberapa ecommerce.

Kemudian lakukan juga secara offline dengan mengunjungi pusat grosir atau toko-toko. Pastikan pedagang yang dikunjungi menerima . Setelah itu, lakukan perbandingan, manakah yang menjual lebih murah: offline atau online.

4. Melakukan Pembayaran Minimum

Bayar Minimum Kartu Kredit Bisnis© Disediakan oleh PT. Dwi Cermat Indonesia Bayar Minimum Kartu Kredit Bisnis

Hal berikut ini perlu jadi pertimbangan karena ini menyangkut kesanggupan dalam membayar cicilan. Sanggup atau tidak membayar cicilan kartu kredit tiap bulan dapat diketahui dengan melihat besaran penghasilan bisnis tiap bulan.

Seandainya, karena suatu sebab, income yang diperoleh tak sesuai yang diharapkan. Anda bisa menggunakan

opsi pembayaran minimum sebesar 10-15% dari cicilan yang harus dibayarkan. Perlu diingat sah-sah saja menggunakan opsi bayar minimum asalkan bulan berikutnya buru-buru dilunasi agar cicilan tidak membengkak.

Andaikan Dihitung-Hitung Tetap Di Atas Limit, Bagaimana Caranya agar Tetap Pakai Kartu Kredit?

Kasus seperti ini memang kadang terjadi dan sulit dihindari. Jika tidak menggunakan kartu kredit, mau tak mau KTA jadi solusinya. Tinggal melengkapi persyaratan yang diminta lalu melakukan pengajuan, Anda hanya perlu menunggu kabar dari bank pemberi KTA.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, pada saat yang sama, Anda bisa minta kenaikan limit kartu kredit. Nah, untuk itu, ada beberapa hal yang bisa para pebisnis lakukan.

  • Lakukan

    estimasi perhitungan 2 bulan sebelum berencana belanja modal bisnis.

  • Kemudian

    ajukan kenaikan limit kartu kredit dan KTA setelah tahu hasil perhitungan melebihi limit.

  • Seandainya, salah satu pengajuan disetujui lebih dulu, misalnya kenaikan limit, Anda bisa mengajukan pembatalan pengajuan KTA.

Baca Juga: 

Agar Semuanya Berjalan Lancar, Persiapkan Sebaik Mungkin

Kuncinya adalah bagaimana para pebisnis telah

bersiap-siap sebagai bentuk antisipasi kemungkinan-kemungkinan yang tak diharapkan. Menghitung estimasi modal yang dibutuhkan, memperhitungkan perkiraan income yang didapat, dan melakukan pengajuan kredit sebelum belanja modal adalah langkah-langkah antisipasi yang telah dipersiapkan sebelumnya. Jadi, sudahkah Anda mempersiapkannya sebaik mungkin?

Baca Juga: 

Sumber

Pakai Kartu Kredit untuk Tambahan Modal Bisnis? Perhatikan Hal Berikut
Utang Kartu Kredit di Amerika Capai Rekor Tertinggi, Solusinya Transfer Saldo
Bincang Mantan: Kenapa harus menghabiskan uang untuk barang bermerek?