Polisi Bongkar \'Gudang Berjalan\' Narkoba, 17 Kg Sabu Disita

Jakarta - Para pengedar terus berupaya mencari cara untuk mengedarkan narkoba di wilayah Indonesia. Kini, mereka menggunakan modus baru, yakni 'gudang berjalan'.

"Dalam dua bulan belakangan dan selama Operasi Nila Jaya, modus terbaru dalam melakukan transaksi adalah gudang berjalan," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Suwondo Nainggolan.

Pernyataan tersebut disampaikan Kombes Suwondo saat merilis hasil pengangkapan 351 orang tersangka Operasi Nila Jaya di Gedung Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Baca juga: >Polisi Bongkar 'Gudang Berjalan' Narkoba, 17 Kg Sabu Disita

Dijelaskan Suwondo, dulu para pengedar menggunakan gudang menetap untuk menyimpan narkoba. Polisi pun lebih mudah mendeteksi dan mengawasi. Namun kini, modus 'gudang berjalan' digunakan pengedar untuk memudahkan pergerakan jika ada perintah untuk bertransaksi.

Suwondo mengatakan, modus 'gudang berjalan' ini terungkap dilakukan pertama kali oleh 4 orang pengedar yang diringkus beberapa waktu lalu di wilayah Tangerang. Polisi menyita barang bukti total 17 kg sabu serta 17 ribu butir ekstasi dari jaringan ini.

Saat itu 4 orang tersangka menggunakan mobil untuk mengantarkan narkoba itu kepada jaringannya. Dari mobil, barang haram itu diambil menggunakan motor oleh tersangka lainnya untuk diantar ke pemesan. Ini lah yang disebut 'gudang berjalan'.

Baca juga: >Polisi Amankan Napi Pengendali 'Gudang Berjalan' 17 Kg Sabu

Untungnya, polisi bisa cepat mendeteksi dan mengungkap modus baru ini. Empat orang tersangka yang diringkus saat itu adalah AF, HES, MAS, MLY. HES merupakan seorang perempuan, kekasih dari tersangka AF.

Parahnya, para tersangka ini bergerak atas perintah seorang napi berinisial DS alias DR yang sedang meringkuk di Lapas Tangerang. DS kemudian diciduk kembali oleh polisi dari dalam lapas untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Perantara yang kerap jadi perantara antara DS dan 4 orang tersangka hingga kini masih diburu.

Para tersangka, dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

(hri/fdn)

Sumber

Polisi: 'Gudang Berjalan' Jadi Modus Baru Pengedar Narkoba