Pola Konsumsi Masyarakat RI Berubah, Ritel Harus Berbenah Diri

JAKARTA - PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) membidik pangsa pasar masyarakat kelas menengah atas. Apalagi saat ini telah terjadi pergeseran >kebiasaan berbelanja

di masyarakat.

Corporate Secretary Ramaya Lestari Sentosa Setyadi Surya menilai, masyarakat lebih senang berkumpul bersama teman dan keluarga. Untuk itu, perseroan berupaya merubah konsep gerai, sehingga bisa menarik minat masyarakat untuk datang ke garai Ramayana.

BERITA TERKAIT +

"Selain itu, kami juga menyediakan sejumlah promo menarik, untuk pelanggan yang berbelanja nominal tertentu akan mendapatkan hadiah, program promosi lainnya akan terus dilakukan untuk dapat kembali menarik minat masyarakat berbelanja," ujarnya di seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (4/12/2017).

 Baca Juga: Matahari Tutup Gerai Lagi, Ritel Harus Kreatif Ciptakan Gimmick

Untuk itu, Ramayana membuka gerai terbarunya yang diberi nama Ramayana Prime di Cityplaza, Jakarta Timur. Dia menjelaskan, pembukaan Ramayana Prime ini merupakan salah satu terobosan perseroan untuk mendapatkan pertumbuhan penjualan, di tengah masih lesunya perekonomian di Tanah Air hingga semester II/2017.

"Meskipun kondisi ekonomi sedang lesu dan ada shifting dari gaya belanja customer belakangan ini, namun kami harus melakukan terobosan-terobosan baru untuk bisa mendapatkan pertumbuhan sales di tahun 2017," kata Setyadi.

 Baca Juga: Libur Akhir Tahun, Pengusaha Ritel Prediksi Kenaikan Penjualan hingga 15%

Dia menjelaskan, pertumbuhan rata-rata penjualan atau same store sales growth (SSSG) setiap toko dari Januari hingga November 2017 mengalami penurunan sebesar 0,9% jika dibandingkan dengan periode yang sama ditahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan penjualan rata-rata Ramayana mengalami penurunan.

Salah satu terobosan yang dilakukan Ramayana yaitu dengan membuka gerai yang memiliki konsep hiburan (lifestyle). Melalui Ramayana Prime, para pengunjung tidak hanya bisa berbelanja. Tapi juga bisa menikmati sejumlah fasilitas hiburan lainnya seperti area bermain, bioskop dan food court.

"Ini merupakan gerai baru ke-4 yang dibuka Ramayan sepanjang tahun ini, sedangkan secara total ini merupakan cabang kami yang ke-114," katanya.

General Marketing and Merchandising Manager Ramayana Jane Melinda Tumewu menambahkan perseroan juga turut menggandeng salah satu e-commerce yakni Lazada untuk meningkatkan layanannya. Ramayana Prime diharapkan dapat memberikan pengalaman berbelanja yang lebih modern.

"Jadi di gerai Ramayana Prime, customer bisa mencoba produk elektronik yang telah dijual di Lazada, ini salah satu upaya untuk menarik pangsa pasar e-commerce," jelasnya.

Sebelumnya, menurut CEO Sogo Indonesia Handaka Santosa, pemerintah harus menyeimbangkan gerai offline dan online yang ada di Indonesia. Misalnya dalam segi pajak final bagi pemilik ritel, pajak PPN barang yang ritel jual, dan lain sebagainya.

“Pemerintah juga harus memberikan statement yang seimbang antara offline dan online, supaya tidak terjadi lagi pengangguran di Indonesia, “ jelas Handaka kepada Okezone.

Selain dari pihak pemerintah, pihak pemilik ritel juga harus menyikapi fenomena tersebut dengan positif. Pengusaha ritel itu harus mengubah konsep ritel yang ada, karena perubahan gaya hidup jadi harus memperbanyak lakukan experience. Misalnya, memperbanyak promosi terhadap konsumen, lakukan gimmick perusahaan.

“Sekarang kan orang yang ke department store sekaligus bisa cat kuku, nah itu tidak terjadi di online. Jadi pemilik ritel harus experience,” ungkap dia.

Sumber

Pola Konsumsi Masyarakat RI Berubah, Ritel Harus Berbenah Diri