Pengusaha Jamin Keamanan Pembayaran Kartu Debet Dan Kredit

Jakarta - Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) mengajak PT Xynexis International sebagai perusahaan yang bergerak pada bidang cyber security melakukan kerja sama dalam sertifikasi Payment Card Industry Data Security Standard (PCI DSS).

“Ini merupakan komitmen Xynexis untuk bisa membantu perusahaan dari berbagai sektor dalam meningkatkan keamanan informasi. Kali ini MoU dengan sektor travel agent,” kata Eva Noor, CEO PT  Xynexis International usai melakukan kerja sama penanda tanganan MOU di kantor Xynexis di Gedung Graha Mandiri, Rabu, Jakarta (14/2).

Menurut Eva Noor, MOU dilakukan sebagai bukti tanggung jawab bersama antara Xynexis dan Astindo dalam melakukan kerja sama pelaksanaan sertifikasi PCI DSS terhadap travel agent di Indonesia.

Selain itu, MOU dijadikan landasan payung hukum atas pelaksanaan dan perjanjian kerja sama dari masing-masing travel agent dengan Xynexis.

PCI DSS merupakan sertifikasi standar keamanan informasi yang berlaku global dan wajib dimiliki semua organisasi yang menangani atau terkait dengan proses transaksi kartu kredit, kartu debit, kartu ATM yang mengunakan logo Visa, Mastercard, AMEX, American Express, JCB, dan Discover yang bertujuan agar keamanan dan kenyamanan pengguna kartu terlindungi.

Standar keamanan Data Industri Kartu Pembayaran (PCI DSS) ini berlaku untuk semua perusahaan yang menerima pembayaran dengan kartu kredit. Jadi jika perusahaan yang menerima pembayaran kartu lalu menyimpan,memproses dan mengirimkan data pemegang kartu maka perusahaan ini diwajibkan memenuhi standar keamanan PCI DSS. Dalam hal ini Xynexis Indonesia merupakan perusahaan keamanan informasi yang cukup berpengalaman.

"Sebagai perusahaan QSA (Qualified Security Assessor) bekerja sama dengan Astindo berguna untuk bisa memberi awareness terhadap seluruh anggotanya dan membantu anggota Astindo memenuhi kewajiban standar keamanan PCI DSS," ujarnya.

Astindo sebagai asosiasi yang beranggotakan travel agent, berkepentingan mencarikan solusi secara umum bagi anggotanya, yang dalam hal ini sedang memerlukan suatu lembaga sertifikasi yang dapat mengakreditasi travel agent untuk PCI DSS.

Dengan MoU antara Xynexis dengan Astindo, lanjut dia,  travel agent khususnya anggota Astindo, tidak perlu bersusah payah untuk mencari Lembaga Sertifikasi PCI DSS.

Sedangkan dari sisi Xynexis, sambung Eva, tidak perlu mencari dan mendatangi calon pengguna jasanya satu persatu. Sebab , melalui Mou ini, Astindo dapat menjembatani kebutuhan para travel agent dan anggotanya.

“ Xynexis sebagai Perusahaan QSA untuk PCI DSS dirasa sudah menjadi kewajibannya memberi dan membantu semua perusahaan yang diwajibkan mengikuti standar keamanan PCI DSS. Perusahaan travel merupakan salah satu yang berpotensi mematuhi kewajiban standar PCI DSS,” kata Eva.

Menurut Eva Noor, keuntungan bagi pengusaha travel dengan adanya penanda tanganan MOU dengan Astindo adalah tidak perlu membuang waktu dan biaya untuk mencari lembaga sertifikiasi PCI DSS. Sebab, sudah dicarikan dan diseleksi oleh Astindo.

Kerja sama ini sangat bermanfaat karena travel agent sudah terakreditasi sebagai appointed IATA agent. Sesuai, ketentuan IATA dipersyaratkan perusahaan travel harus terakreditasi atau memiliki sertifikasi tentang PCI DSS, apabila ingin melakukan transaksi bisnisnya menggunakan pembayaran dengan kartu atau credit card.

“Hal ini dilakukan Astindo apabila masing-masing travel agent mencari vendor sendiri-sendiri, disamping biayanya menjadi lebih mahal, juga diperlukan waktu tambahan untuk mencari dan menseleksi lembaga akreditasinya,” kata Ketua Umum Astindo, Elly Hutabarat.

Lebih jauh Elly berharap kerja sama ini bermanfaat bagi para travel agent , karena Astindo telah memudahkan para travel agent memenuhi persyaratan sertifikasi PCI DSS yang akan diberlakukan mulai 1 Maret 2018 oleh IATA.

Sumber

Astindo dan Xynesis Internasional Kerja Sama Sertifikasi PCI DSS