Manfaatkan January Effect Di Bursa Saham Untuk Ambil Keuntungan

Jakarta - Secara astronacci, pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada bulan Januari 2017 atau dikenal January Effect akan menemui beberapa pembalikan arah. Hal ini dimulai dari top reversal di pekan pertama 2018.

"Siklus full moon pada 2 Januari 2018 membuka cerita tahun ini dengan terbentuknya resisten baru dan IHSG mengalami koreksi," kata Chief Investment Strategist Astronacci International Gema Goeyardi, dalam risetnya yang diterima

Beritasatu.com, Selasa (9/1).

January Effect merupakan fenomena awal tahun dimana harga saham cenderung naik di bulan Januari. Efek kalender ini menciptakan kesempatan bagi investor untuk membeli saham di harga lebih rendah dan menjualnya setelah harga sahamnya naik.

Selain itu, siklus Sun Sextiles Neptune dan Venus Sextiles Neptune mendukung pembalikan arah berikutnya. Investor dapat memanfaatkan peluang ini untuk melakukan jual saham di harga tinggi (sell in strength/Sos). Sementara saat IHSG terlihat mulai melemah, maka investor dapat mencari saham-saham bullish dengan kenaikan konsisten dan mengalami koreksi.

Mengingat siklus full moon pada 2 Januari berpengaruh pada pembalikan arah IHSG, maka menurut Gema, moon cycle akan kembali berperan di bulan ini. Pada tanggal 3-10 Januari 2018 akan terjadi tren reversal (pembalikan arah) untuk pasar saham yang berpengaruh pada Mars, Pluto, Sun, Venus, Neptune, dan Uranus.

Menurut Gema, beberapa siklus penting di antaranya mercury ingress capricorn yang akan mempengaruhi pembentukan tanggal reversal pada 11-12. "Antisipasi munculnya resisten baru dan diikuti dengan pembalikan arah berikutnya pada tanggal 17 saat siklus new moon terbentuk," kata dia.

Terakhir, moon declination pada tanggal 29 menjadi penutup urutan serangkaian Eye of Future di Januari 2018. "Volatilitas pergerakan IHSG maksimal 5 persen merupakan peluang buy on weakness di bulan Januari apabila terjadi koreksi," kata Gema.

Sementara sepanjang tahun 2017, IHSG mencatatkan pertumbuhan sebesar 19,99 persen.

Sumber: BeritaSatu.com

Sumber

Manfaatkan January Effect di Bursa Saham untuk Ambil Keuntungan