Lerai Teman, Malah Jadi Korban Pengeroyokan Sampai Koma 2 Hari

Setelah melerai, Darmadi malah dikeroyok sekitar tujuh orang. Enam di antaranya adalah pekerja di café tersebut. Mereka menghajar Darmadi dengan membabi buta, tak hanya dipukul dengan menggunakan tangan kosong, kepalanya juga dikepruk dengan menggunakan gelas. 

“Setelah itu, saya juga dipukul dengan dengan botol minuman hingga pecah. Selanjutnya dengan botol yang biasa digunakan mencampur minuman dan terakhir kursi. Setelah itu, saya tak sadarkan diri,”ungkap Darmadi, Selasa (9/1). 

Setelah itu, dia dibawa ke RS Sukolilo dia mengalami beberapa luka sobek di kepalanya hingga menerima 52 jahitan. Luka tersebut membuatnya koma selama dua hari. Sedangkan temannya juga mengalami hal serupa, ia mendapatkan 42 jahitan dan tangannya patah.“Saya sudah melaporkan kasus ini ke Polrestabes Surabaya,“ terangnya. 

Dia juga sempat mengirimkan bukti laporan yang  nomor STTLP /001/B/I/2018/Jatim/Restabes Surabaya. Kasus ini sedang ditangani oleh Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya. “Saya juga sudah melaporkan langsung ke ke Kapolres, (Kombes Pol Rudi Setiawan, red). Dan beliau juga akan segera menangkap para pelakunya,” terangnya. 

Terpisah Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya,  Iptu Bima Sakti membenarkan jika pihaknya tengah menangani kasus tersebut. Saat ini, pihaknya masih dalam proses penyidikan. Sebab kedua belah pihak saling lapor atas kasus yang sama sehingga pihaknya harus pelan-pelan.“Kami dalami dulu terkait kronologis dan motif pengeroyokan itu,”  ungkapnya.(yua/no)  

(sb/yua/jek/JPR)

Sumber

Lerai Teman, Malah Jadi Korban Pengeroyokan Sampai Koma 2 Hari