Kartu Tani BNI Diuji Coba Di Bali

Untuk mendapat kartu tani harus terdaftar di elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK). Kemudian, diusulkan ke Kementerian Pertanian. Semua petani diimbau segera mendaftar. ”Tidak ada batas waktu, pendaftaran dibuka terus. Nah, 159 ribu petani yang sudah mendaftar sudah kita upload cyber di Kementan,” jelasnya.

Dari 159 ribu yang terdaftar, yang sudah menerima kartu tani baru 99 ribu petani. Sisanya, 69 ribu petani, menunggu kartu dari BNI pusat. ”Karena kartunya belum selesai semua, jadi menunggu semua tuntas baru nanti diuji coba,” terangnya.

Jatah pupuk urea untuk Sampang tahun ini 19 ribu ton untuk 14 kecamatan. Ada petani yang pasif dan belum mau mengurus kartu tani. ”Petani sudah banyak tahu tentang sistem ini. Kami sudah sosialisasi berpuluh-puluh kali ke mereka. Kalau tidak mau, ya mau diapain lagi,” katanya.

Syaratnya simpel. Petani hanya fotokopi KTP atau KSK atau surat keterangan untuk disetorkan pada kelompok tani masing-masing. Lalu kelompok menyerahkan kepada penyuluh dan diteruskan ke disperta. ”Baru disperta mengolah datanya untuk disetor ke BNI. Kemudian, BNI memproses untuk mencetak kartu tani,” tukasnya.

(mr/ghi/luq/bas/JPR)

Sumber

Tak Punya Kartu Tani, Jatah Pupuk Subsidi Bisa Hilang