Kartu Debit Gerbang Pembayaran Nasional Berlogo Garuda Merah Didistribusikan Januari 2018

JAKARTA – Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menyatakan kesiapannya untuk mengimplementasikan sistem >Gerbang Pembayaran Nasional

(GPN) atau National Payment Gateway yang telah diresmikan oleh Bank Indonesia (BI).

Ketua Himbara Maryono mengatakan, menindaklanjuti peluncuran GPN, bank-bank BUMN telah siap melakukan pendistribusian kartu debit berlogo Garuda Merah. Rencananya, pada awal Januari 2018 kartu debit tersebut sudah bisa dibagikan kepada para nasabah.

BERITA TERKAIT +

”Saya kira Himbara sudah siap untuk mengimplementasikan GPN. Kita terus sesuaikan untuk perubahan kartu karena per ubahan logo akan kita sesuaikan seperti keinginan BI. Karena itu, kartunya akan satu dan bisa dilakukan di semua bank, termasuk Himbara,” ujar Maryono usai menghadiri FGD BI dengan tema ”Transaksi Zaman Now, Bye Bye Tunai” di Jakarta kemarin.

 Baca Juga: Pengalaman Krisis Keuangan 1998 Jadi Pelajaran Membangun Kondisi Perbankan

Menurut Maryono, meski dengan diberlakukannya GPN tarif transaksi hanya dikenakan 1% dari sebelumnya 2-3%. Namun, hal tersebut tidak akan me nurunkan profit bank. Pasalnya, dengan adanya penurunan tarif tersebut, akan membuat transaksi masyarakat menggunakan kartu debit meningkat signifikan.

”Dari sisi pendapatan yang penting, kita misal profitnya menurun. Namun, kita akan mendapatkan transaksi lebih besar, dengan netting yang naik malah bisa-bisa enggak turun, tapi malah naik,” jelasnya.

 Baca Juga: Agus Marto Imbau Masyarakat Miliki Minimal 1 Kartu Berlogo GPN

Sementara itu, Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adi tyaswara mengungkapkan, penerapan GPN sudah ditunggu sejak 20 tahun lalu. Pasalnya, dengan sistem GPN transaksi nontunai akan lebih efisien. Menurut Mirza, salah satu efi siensi yang bisa dilakukan, yakni pada jumlah mesin electronic data capture (EDC). Jika sebelum nya dalam satu merchant terdapat lima mesin EDC, dengan adanya GPN, jum lahnya bisa berkurang menjadi 2.

Selain itu, biaya merchant discount rate (MDR) dalam transaksi dengan menggunakan kartu debet melalui mesin EDC juga diturunkan. Dengan de mi ki an, merchant dan masyarakat da pat sama-sama terbantu. ”Diharapkan ada MDR yang lebih ren dah, bisa jadi lebih efisien dan bisa ban tu masyarakat,” katanya.

Dorong Transaksi Nontunai

Sementara itu, Direktur BTN Adi Setianto mengatakan, im p lementasi GPN sangat mem bantu dalam mendorong pe ningkatan transaksi nontunai. Pasalnya, saat ini pembayaran tunai masih menjadi pilih an utama masyarakat Indonesia untuk melakukan transaksi pembayaran. Berdasarkan data saat ini, 85% transaksi di Tanah Air masih dilakukan secara tunai.

Padahal, 36% masyarakat saat ini sudah me miliki account number di bank, tapi transaksi nontunai masih di kisaran 10%. ”Sudah saatnya seluruh pihak yang ter li bat dalam alur transaksi di Indo nesia untuk berkolaborasi menuju masyarakat nontunai,” kata Adi.

Menurut Adi, implementasi Gerakan Nasional Nontunai (GNNT) perlu dilaksanakan karena transaksi tunai memiliki beberapa kelemahan, seperti tingginya biaya pengelolaan uang, kurang efisien untuk bertransaksi, dan tidak tercatat secara sistem.

Kemudian, per ubah an ga ya hidup yang m e nun tut kecepatan dan kemudahan, serta prak tis dan trans pa ran dalam pro ses transaksi ha nya cocok dila kukan secara non tunai. ”Model transaksi non tunai diyakini akan menciptakan sistem pemba yaran yang lebih efisien sehingga dapat mendukung kelancaran per ekonomian nasional,” ungkap dia.

Lebih lanjut Adi mengungkapkan, dalam menghadapi sistem cashless payments,sangat diperlukan sistem keamanan yang andal dan up to date dalam menangkal serangan dari hack er yang memiliki tujuan jahat. Mengingat sistem cashless payments berbasis server dan data base,maka sistem ini sangat rentan terhadap pencurian dari hacker .

”Bank sebagai lembaga yang me nyimpan uang memiliki sistem sekuritas yang dapat diandalkan, tapi bagaimana dengan layanan pembayaran nontunai dari non bank? Hal inilah yang perlu mendapat perhatian seluruh pemangku kepentingan agar sistem cash less payments berjalan dengan baik di Indonesia,” katanya.

Sumber