Fakta Menarik Seputar Tidur Yang Sering Diabaikan

JawaPos.com - Tuntutan pekerjaan dan gaya hidup yang dilakukan masyarakat khususnya warga metropolitan menyebabkan kurangnya waktu tidur. Padahal, banyak manfaat yang bisa diambil jika bisa menjaga kualitas tidur tiap malam.

Dilansir dari Telegraph, Jumat (12/1), menurut The Sleep Council dikatakan lebih dari sepertiga orang Inggris tidur kurang dari enam jam semalam. Pengelolaan tidur yang buruk ini dipengaruhi oleh tekanan kehidupan modern. Ragam penyakit dan gangguan psikologis pun akan mudah datang jika seseorang kekurangan tidur.

Sayangnya, masih banyak orang yang tidak peduli dengan waktu tidur yang cukup. Padahal, banyak fakta yang mengungkapkan kalau tidur cukup memiliki banyak manfaat.

Turunkan Berat Badan

Ilustrasi tubuh sempurna

Ilustrasi tubuh sempurna (Daily Express)

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa tidur yang nyenyak dapat membantu menurunkan berat badan.

Seseorang biasanya memilih untuk makan sedikit dan bergerak lebih banyak guna menurunkan berat badan. Namun, menurut penelitian oleh para ilmuwan di King's College London, hanya diperlukan waktu sekitar 90 menit di tempat tidur untuk jadi solusi menurunkan berat badan.

Kekebalan Tubuh

Jika terkena flu, salah satu yang sering disalahkan adalah waktu tidur. Tidur yang tidak teratur bisa mengganggu sistem kekebalan tubuh. Selama tidur, sistem kekebalan tubuh melepaskan protein yang disebut sitokin. Menurut penelitian oleh University of Washington, beberapa sitokin tertentu terlibat untuk memerangi infeksi atau pembengkakan di tubuh Anda. Kurang tidur dapat menurunkan jumlah sitokin yang dihasilkan, membuat seseorang rentan terpapar risiko infeksi.

Kesejahteraan Mental

Ilustrasi jiwa yang sehat

Ilustrasi jiwa yang sehat (Istimewa)

Kesehatan mental memiliki hubungan yang erat dengan tidur. Mereka mengatakan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan pikiran negatif serta mempertinggi perasaan kesepian atau keterasingan.

Sementara itu, NHS menunjukkan bahwa kurang tidur yang kronis dapat menyebabkan gangguan mood jangka panjang seperti depresi dan kecemasan. Penelitian The Lancet tahun lalu menemukan bahwa gejala kesehatan mental termasuk paranoia dan halusinasi dapat dikurangi melalui penanganan insomnia.

Meningkatkan Memori

Divisi Sleep MedicineHarvard Medical School mengatakan bahwa tidur memiliki peran dalam memperkuat ingatan. Saat kita tidur, otak akan memulai proses 'konsolidasi memori', yang memperkuat koneksi saraf untuk membentuk ingatan. 

Mencegah Diabetes

Dalam temuan dari The National Academies of Sciences, Engineering and Medicine, orang dewasa yang hanya memiliki waktu tidur 5 jam lebih rentan terkena diabetes, dibandingkan dengan mereka yang tidur 7 sampai 8 jam per malam.

Meningkatkan gairah seks

Ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa)

Pria dengan pola tidur yang buruk berpotensi menderita kadar testosteron lebih rendah. Ini menyebabkan kurangnya dorongan seks, yang diungkapkan sebuah studi oleh University of Chicago.

Studi lain, yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine di AS, menemukan bahwa wanita yang tidur lebih lama merasa memiliki hasrat seksual lebih besar keesokan harinya.

Penyakit jantung

Efek dari kekurangan tidur jangka panjang bisa jauh lebih serius, yakni meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, stroke, diabetes, obesitas dan penyakit Alzheimer.

Kurang tidur yang kronis menyebabkan terbentuknya hormon dan bahan kimia dalam tubuh yang meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke. Kondisi tersebut juga menyebabkan tekanan darah tinggi dan kolesterol, menurut sebuah studi dari University of Warwick.

Kesuburan

Menurut NHS, kesulitan untuk mengandung bayi bisa menjadi salah satu efek kurang tidur. Ternyata, gangguan tidur bisa menimbulkan masalah pada sekresi hormon reproduksi.

Sebuah studi jurnal Fertility & Sterility menemukan bahwa pria yang tidur kurang dari enam jam semalam, sebanyak 31 persen lebih kecil kemungkinannya untuk menghamili pasangan mereka.

Mengurangi risiko kanker

Matthew Walker, direktur Centre for Human Sleep Science at the University of California dan penulis Why We Sleep, telah mengklaim bahwa hanya tidur empat atau lima jam semalam bisa menurunkan sel pembunuh alami (salah satu sel yang menyerang sel kanker, yang muncul di tubuh setiap hari) hingga 70%. Dia juga mengklaim bahwa kurang tidur terkait dengan kanker usus, prostat dan payudara.

Cancer Research bahkan mengatakan ada hubungan antara kurang tidur akibat kerja shift malam terhadap peningkatan risiko kanker payudara. Namun, informasi ini disangkal oleh sebuah penelitian di Universitas Oxford, yang menemukan bahwa tidak ada hubungan antara shift malam dan kanker payudara.

(ana/JPC)

#fakta menarik tidur #manfaat tidur >< Sebelumnya

Suhu Udara di Batam Mendekati Ekstrem

>Berikutnya >

Cegah Pungli, MA Minta Pengadilan Terapkan Layanan 1 Pintu

Sumber

Fakta Menarik Seputar Tidur Yang Sering Diabaikan!