FASILITAS BNI

Jakarta -

Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Kawasan Transmigrasi (KTM) Mesuji, Lampung. Kunjungannya ini bertujuan untuk meninjau secara langsung pengembangan KTM sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Kemendesa PDTT Gandeng BNI Perkuat Kawasan Transmigrasi Mesuji

Kegiatan kunjungan dilaksanakan di area Rice Mill Plant (RMP) Desa Wonosari, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Lampung, Minggu (21/1/2018).

KTM Mesuji merupakan salah satu dari 13 KTM yang menjadi perhatian Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) untuk dikembangkan sebagai lumbung beras Indonesia. Maka Kemendesa PDTT meluncurkan Program Pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (PRUKADES) Terintegrasi di KTM.

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi berpesan agar petani berkonsolidasi dalam kelompok besar agar dapat mengelola hasil pertanian dalam kapasitas besar. Langkah tersebut diperlukan agar daya saing petani menjadi lebih kuat.

"Kembangkan orientasi pasar. Jangan menjual hanya terpaku di satu provinsi, tetapi juga ke provinsi lain bahkan ekspor. Anak-anak mudanya bisa ikut membantu dengan menjual secara online agar dunia juga tahu produknya," katanya.

Turut hadir Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Direktur Utama BNI Achmad Baiquni, Bupati Mesuji Hamami, Bupati Tulang Bawang Hanan A Razak, dan petani KTM Mesuji.

Dalam mengembangkan KTM, Kemendesa PDTT menggandeng PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI untuk mewujudkan korporatisasi petani dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Kini Kemendesa PDTT mengelola 48 KTM yang 13 di antaranya sudah memiliki RMP dan RMU atau penggilingan padi.

Eko mengungkapkan KTM Mesuji yang dibangun sejak 2007 ini telah dilengkapi oleh berbagai fasilitas dan infrastruktur untuk mendukung aktivitas sosial ekonomi masyarakat.

Misalnya pengalokasian anggaran pembangunannya dari APBN, APBD, swasta, dana desa, serta masyarakat secara kolaboratif. Khusus APBN, tidak kurang dari Rp 92,4 miliar telah dianggarkan untuk membangun dan mengembangkan KTM Mesuji. Sementara anggaran Kememdesa PDTT melaui Ditrektorat Jenderal PKTrans Tahun 2018 kurang lebih sebesar Rp 2 miliar.

KTM Mesuji, jelas Eko, merupakan salah satu dari 13 KTM yang telah mampu memberikan kontribusi beras Indonesia sebanyak 766.000 ton per tahun. Implementasi Kewirausahaan Pertanian Terintegrasi di KTM Mesuji didasari oleh pelaku industri pertanian di kawasan ini.

Dengan sawah seluas 41.354 hektare dan produksi 210.903 ton (dalam 1,5 masa tanam), dapat dihitung pendapatan petani dari on farm rata-rata sebesar Rp 2,9 juta per bulan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kabupaten Mesuji Rp 1,9 juta per bulan.

Bahkan belum termasuk pendapatan dari pertanian komoditas lainnya, seperti jagung dengan luas tanam 3.480,5 hektare, karet dengan luas taman 27.853 hekatre, dan sawit dengan luas tanam 22.029 hekatre.

Peran Bank

Kemendesa PDTT Gandeng BNI Perkuat Kawasan Transmigrasi Mesuji

Menteri BUMN Rini Soemarno bersama penerima bantuan CSR dari BNI yang merupakan petani di BUMDes sekaligus Agen46 (Foto: dok. BNI)

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni menjelaskan Program Kewirausahaan Pertanian Terintegrasi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dengan mengintegrasikan seluruh sektor, mulai dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) hingga perbankan.

Integrasinya dimulai dari penataan data RDKK menjadi Kartu Tani yang mencakup informasi petani untuk penyaluran subsidi pupuk. Selain itu, hasil panen dibeli oleh RMP yang dibiayai oleh bank. Sedangkan untuk proses pengeringan akan dilakukan oleh unit usaha BUMDes.

Penjualan hasil RMP juga dilakukan secara terintegrasi, baik secara offline melalui pasar reguler dan kerja sama dengan Pemda dan secara online melalui Bumdes-Mall.com. Semua transaksi dilakukan secara non tunai/cashless melalui agen bank sehingga dapat meminimalisasi adanya pungutan yang merugikan petani.

Hingga kini, BNI telah mengembangkan 19 BUMDes di Mesuji yang telah memiliki aktivitas usaha. Setiap BUMDes ditingkatkan kapasitasnya agar dapat menjadi agen bank BNI, yakni Agen46.

Status Agen46 memperkaya layanan BUMDes yang sebelumnya sudah menjadi agen pupuk/pengecer pupuk, sebagai pengelola pasar, pengelola listrik/air desa, hingga penyedia. jasa transportasi.

Demi makin memperkuat pertanian di Mesuji, BNI juga menggelontorkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) di Desa Wonosari dengan memberikan 19 handtractor untuk digunakan petani di 19 BUMDes yang telah berstatus sebagai Agen46.

BNI juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai bagian terintegrasi dari dukungan korporasi pada pengembangan sektor pertanian di Mesuji dan sekitarnya.

Dana Desa

Menteri Eko menjelaskan pada 2018, dana desa di Kabupaten Mesuji sebesar Rp 87,13 miliar yang akan disalurkan ke 105 desa.

"Saya berharap dana desa tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan desa termasuk digunakan untuk 4 Program Prioritas Pembangunan Desa, yaitu PRUKADES, Embung, BUMDes, dan sarana olahraga desa. Saya juga ingin mengingatkan agar pelaksanan penggunaan dana desa harus sesuai dengan ketentuan, peraturan, dan berpedoman pada regulasi yang telah ada," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Ia juga berharap model Kewirausahaan Pertanian Terintegrasi di KTM Mesuji dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan model bisnis serupa di tempat lain dan dapat direplikasi di KTM lainnya.

Dengan tujuan nantinya petani dapat menjadi lebih sejahtera, daerahnya dapat lebih maju, mengurangi arus migrasi dari desa ke kota, serta mengurasi kemiskinan dan menciptakan lapangan pekerjaan di desa/kawasan transmigrasi.

(adv/adv)

Sumber

Kemendesa PDTT Gandeng BNI Perkuat Kawasan Transmigrasi Mesuji
Stasiun Sudirman Baru Ganti Nama Jadi BNI City
BNI KC Jepara Beri Bantuan Dua Rumah Desmigratif
Perkuat kawasan transmigrasi, Kemendes menggandeng BNI
NPL Turun, BNI Hapus Buku Kredit Macet Trikomsel Oke
Kayak Gini Nih Penampakan Stasiun untuk Kereta Bandara
Satgas Terpadu dibentuk tangani wabah campak dan gizi buruk di Asmat
Hal yang Harus Diperhatikan Saat Mengajukan Kartu Kredit secara Online
Sejumlah emiten realisasikan global bond yang tertunda