Ditjen Pajak Nyatakan Pembebasan PPnBM Mobil Sedan Tidak Sesuai Substansi

JAKARTA - Direktorat Jenderal (Ditjen) >Pajak

menyatakan, usulan menghilangkan atau membebaskan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBm) untuk mobil sedan tidak sesuai dengan aturan PPnBM itu sendiri.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) Hestu Yoga Saksama mengatakan, tentunya usulan-usulan mengenai perpajakan seperti biasa akan dibahas dan didiskusikan terlebih dahulu secara baik oleh Kemenkeu. Dalam pembahasan ini akan dipimpin oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara.

BERITA TERKAIT +

Baca Juga: Mobil Sedan Tak Lagi Kena Pajak Barang Mewah

Yoga mengaku belum bisa berkomentar banyak karena hal ini masih dalam pembahasan. Hanya saja dia merasa tidak mungkin mobil sedan dibebaskan Pajaknya dari PPnBM.

Pasalnya dia menilai harga mobil jenis sedan lebih mahal dibandingkan mobil jenis lainnya sehingga dia merasa tidak adil saja bila yang dibebaskan PPnBM hanya mobil sedan dan mobil yang lebih murah tetap dikenakan.

Baca Juga: Kok> Bisa?" href="https://economy.okezone.com/read/2017/07/28/20/1745497/terlalu-1-354-mobil-mewah-tak-bayar-pajak-kok-bisa">Terlalu! 1.354 Mobil Mewah Tak Bayar Pajak, Kok Bisa?

"Untuk mobil sedan, penghapusan dan pembebasan PPnBM menurut kami tidak sesuai substansi PPnBM, dimana semakin mewah suatu jenis barang, maka akan semakin tinggi pembebanan atau tarif PPnBM. Mobil jenis lainnya yang tidak semewah sedan tetap terutang PPnBM, jadi tidak mungkin mobil sedan dibebaskan dari PPnBM," ungkap Yoga kepada Okezone, Jumat (9/2/2018).

Menurutnya, saat ini bahkan pemerintah telah memberikan keringanan bagi mobil sedan. Karena pemerintah sesuai dengan Undang-Undang (UU) Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang berlaku saat ini telah memberikan tarif nol persen untuk ekspor PPnBM.

Baca Juga: IPW Senang dengan Skema PPnBM Properti Baru

"Bahkan apabila terdapat komponen PPN maupun PPnBM pada waktu perolehan atau produksi mobil, maka dapat direstitusi. Dengan demikian dalam hal ekspor, aspek kompetitifnya tidak bisa dilihat dari faktor PPN maupun PPnBM," tukasnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meminta kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati untuk mengeluarkan mobil jenis sedan dari kategori barang mewah. Sehingga, mobil sedan tidak lagi dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBm) yang dibebankan untuk barang-barang mewah.

(kmj)

Sumber

Ditjen Pajak Nyatakan Pembebasan PPnBM Mobil Sedan Tidak Sesuai Substansi