Baru Diresmikan, Masih Membingungkan

SENIN (12/2), resmi Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bekasi membuka mal pelayanan publik di Bekasi Junction, Jalan Ir Juanda, Bekasi Timur. Di tempat itu hampir melayani semua perizinan yang ada di pemerintah. Semua dokumen kependudukan berupa KK, KTP elektronik, dan akta kelahiran bisa diurus di sini. Selain itu, bisa membayar pajak bumi dan nangunan (PBB), juga tagihan PDAM Tirta Patriot. Untuk layanan kepolisian melayani izin keramaian, surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) sebelumnya dikenal sebagai surat keterangan kelakuan baik (SKKB)--, perpanjangan masa berlaku surat izin mengemudi (SIM), dan membayar pajak kendaraan bermotor (STNK).

“Mal pelayanan publik di Kota Bekasi merupakan yang pertama di Jawa Barat. Untuk nasional, Kota Bekasi merupakan yang kelima,” ungkap Kepala DPMPTSP Kota Bekasi Amit Riyadi. Dari pengamatan di sana, Bekasi Junction yang biasanya sepi pengunjung di pagi hari terlihat ramai. Warga Kota Bekasi amat antusias mendatangi mal pelayanan yang terletak di lantai LG ini. Dengan semangat mereka bertanya-tanya kepada petugas yang berjaga, kemudian bergegas mencari stan pelayanan yang dikehendaki.

Cukup membingungkan saat pertama kali datang ke lokasi sebab dalam mal ini pemerintah bekerja sama dengan sembilan instansi vertikal dan horizontal. Di sisi lain, informasi masih minim. Apalagi rencana ke depan seluruh kepengurusan administrasi bakal terpusat di dalam mal ini, termasuk pelayanan pembuatan paspor.

Antrean paling panjang terjadi di loket perpanjangan SIM dan pembayaran pajak kendaraan bermotor sebab di Polres Metro Bekasi sejak pagi warga yang akan mengurus SIM/STNK sudah diarahkan ke mal ini. “Sejak pagi saya sudah ke polres, tapi diarahkan petugas ke mal ini. Sosialisasi kurang. Kalau tahu sejak awal kan saya langsung ke Bekasi Junction,” ungkap Zubaidah, 35, warga Medan Satria, yang hendak memperpanjang masa berlaku SIM C.

Ia berharap dengan dibukanya mal pelayanan publik ini urusan dengan birokrasi menjadi lebih mudah. Pungutan liar atau pungli juga hilang sebab dalam satu tempat bisa melayani berbagai jenis pelayanan. Warga tak perlu lagi repot berpindah tempat dari satu lokasi ke lokasi lain dan memakan waktu lama. Sebelumnya mereka yang tak mau repot, mengurus lewat calo dan dikenai pungli. Terkadang petugasnya sengaja bekerja lama padahal berkas sudah lengkap. Pas diberi uang tips (pungli), baru diselesaikan.

Zubaidah hanya menyayangkan di hari pertama ini sistem antrean dengan pemanggilan warga kurang terintegerasi sehingga kerap membingungkan pemohon. “Semoga jangan hanya memindahkan tempat, Sistemnya juga harus bagus agar warga bisa semakin mudah mendapatkan pelayanan,” harapnya. (Gana Buana/J-3)

Sumber

Baru Diresmikan, masih Membingungkan
Hendak Diresmikan, Jembatan Sunut Malah Ambrol
Warna-warni Stadion Gelora Bung Karno yang Baru
Jalan Beton di Karangkobar Banjarnegara yang Baru Diresmikan Itu Berubah Jadi Jurang Panjang
Terbesar di Indonesia, DETA Group incar miliki 35 diler di 2018
Proyek DDT Bekasi Masih Terkendala di Pembebasan Lahan
HUNIAN DI BOGOR : Rancamaya Buka Distrik Baru
Tahun Baru Imlek, Google Rayakan dengan "Doodle" Anjing
Tiga Siswa Nyaris Tenggelam, Wakil Walikota Mataram Nyebur ke Kolam MWP
Wajah Baru Museum Tanah di Bogor yang Instagramable