BI Optimistis Kondisi 2018 Lebih Kondusif

Jakarta: Bank Indonesia menargetkan pertumbuhan kredit di 2018 dalam kisaran 10-12 persen dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 9-11 persen. Bank sentral optimistis bahwa target tersebut bisa dicapai.

"Apa yakin target kreditnya bisa tercapai? Hidup itu harus optimistis," kata Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Filianingsih Hendarta di Kompleks Perkantoran Bl, Jakarta, Kamis malam, 18 Januari 2018.

Baca juga

Fili mengatakan target tersebut bisa dicapai yakni dengan melihat penurunan kredit macet atau nonperforming loan (NPL) baik secara gross maupun nett. Artinya kedisiplinan peminjam untuk mengembalikan pinjaman makin meningkat, sehingga permangkan pun tak ragu untuk mengeluarkan pinjaman.

"Selain itu, konsolidasi perbankan dan korporasi sudah dilakukan. Sehingga kalau kondisi politik mendukung, kita perkirakan kredit akan lebih baik dari 2017," tutur Fili.

Data November 2017, NPL berada pada level 2,89 persen secara gross dan 1,29 persen secara nett, angka ini mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya yang masing-masing sebesar 2,96 persen dan 1,29 persen.

Adapun pertumbuhan kredit hingga November memang belum menggembirakan yakni 7,5 persen atau lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 8,5, persen. Sementara pertumbuhan DPK yakni 9,8 persen, turun dari bulan sebelumnya 11, persen. Sehingga secara keseluruhan, DPK dan kredit diperkirakan tumbuh masing-masing sembilan persen dan delapan persen.

 

(AHL)

Sumber

Bl Yakin Kredit 2018 Tumbuh Lebih Tinggi dari 2017
OJK: Sektor Jasa Keuangan di 2018 Stabil dan Pacu Pertumbuhan
Konsumen RI Optimistis Hadapi Kondisi Ekonomi pada 2018
Bos BI bangga dengan wajah baru Stadion GBK
BI Proyeksikan Ekonomi Jatim Tumbuh 5,2-5,4 Persen
KUR Tahun Lalu Tak Capai Target, Bagaimana di 2018?
DPD RI dan BI DIY Bahas Upaya Menggenjot Perekonomian DIY
Cadangan Devisa Indonesia Naik ke USD130,2 Miliar di Akhir 2017
BEI optimis tahun politik tak pengaruhi IHSG
Uang Beredar Di Tahun Politik Diperkirakan Naik 12%