Anda Rela Dunia Tanpa Uang Tunai?

Kemajuan dunia Teknologi Informasi dan Komunikasi membawa dampak yang ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi, beragam kemudahan ditawarkan, tapi di sisi yang lain juga ada hal-hal negatif yang turut di dalamnya.

Salah satu kemajuan teknologi informasi dan komunikasi berbasis internet yang langsung berdampak pada dunia finansial adalah dengan semakin majunya transaksi berbasis uang elektronik. Kondisi ini bahkan telah menggeser model dan cara melakukan transaksi keuangan tunai. Tentu saja alasan dibalik semuanya adalah kepraktisan.

Yang lebih hebat lagi, bila dahulunya uang elektronik ini berbentuk sama seperti kartu ATM kini hampir tak ada bentuk fisiknya. Cukup dengan membawa smartphone saja, transaksi sebagaimana lazimnya dilakukan bagi pemegang kartu ATM bisa dilakukan, bahkan hingga menarik uang tunai dari mesin ATM secara langsung. Uang elektronik ini tentu perlu dikenali lebih jauh selain yang berbentuk kartu, sebab selain kemudahan dan kesederhanaan penggunaan yang ditawarkan, dibalik itu ada juga pemanfaatan secara negatif oleh mereka yang disebut oknum tak bertanggung jawab.

Anda bisa simak kupas tuntas seluk beluknya langsung dalam artikel berikut ini.

Uang Elektronik, Kemudahan Transaksi dalam Genggaman

uang elektronik© Disediakan oleh PT. Dwi Cermat Indonesia uang elektronik

Uang Elektronik via shutterstock.com

Hal pertama yang jadi basis kekhawatiran pemegang uang elektronik berbentuk kartu sebenarnya sama dengan mereka yang bertransaksi dengan menggunakan uang tunai, kartu kredit atau ATM. Apalagi bila bukan kelupaan dompet padahal keseluruhan peranti transaksi keuangan ada di dalamnya, atau yang lebih parah lagi adalah bila harus mengalami kehilangan karena satu atau lain hal.

Sementara itu jika Anda menggunakan aplikasi smartphone, uang elektronik yang makin banyak digunakan ini, tentu tak perlu mendatangkan kekhawatiran yang sama. Anda cukup membawa ponsel, maka seluruh kegiatan transaksi keuangan sudah bisa teratasi.

Beragam kemudahan juga diiringi dengan varian bank maupun penyedia layanan aplikasi berbasis uang elektronik ini. Untuk itulah kehadiran aplikasi uang elektronik ini tentu menjadi alasan mutlak bagi siapa saja yang menghendaki gaya hidup modern berbasis telepon pintar yang seolah tak pernah bisa lepas dari genggaman smartphone ini.

Selain pertimbangan itu semua ternyata masih ada juga alasan lainnya. Apa sajakah itu? Berikut ini rangkumannya.

1. Banyak Bonus dalam Bentuk Diskon Tiap Kali Transaksi

Kebanyakan orang  selain karena bisa menjadi alasan untuk mengajukan Kredit Tanpa Agunan atau KTA juga sekaligus akibat banyaknya promo transaksi serta diskon yang mungkin bisa dicapai oleh pemegangnya.

Sama seperti kartu kredit, seorang pemegang akun aplikasi uang elektronik yang tertanam langsung dalam smartphone juga bisa mendapatkan fasilitas bonus tiap kali transaksi. Bahkan ada salah satu bank yang menawarkan cashback hingga 50% untuk pembelian tiket bioskop tiap kali melakukan transaksi dengan memanfaatkan fasilitas uang elektronik yang dirilis bank tersebut.

2. Kemudahan Melakukan Top Up Saldo

Salah satu hal utama yang banyak dikeluhkan oleh para pengguna uang elektronik adalah saat melakukan top up saldo. Tetapi saat ini, salah satu bank sudah mempunyai fasilitas uang elektronik berbasis aplikasi smartphone dengan nilai top up hingga 1 juta rupiah. Tentu dengan jumlah ini, limit transaksi dapat dengan mudah diatur.

Sementara itu, terdapat juga fasilitas untuk bisa membayar bill di restoran secara patungan saat makan bersama dengan rekan-rekan di sebuah restoran. Dengan ini tentu akan lebih mudah melakukan transaksi secara bersama-sama, terlebih apabila menggunakan uang elektronik semacam ini banyak poin dan bonus transaksi yang bisa diraih.

Dibalik sisi positif tentu saja ada hal negatif yang mengikutinya. Ini tentu berlaku juga untuk kehadiran uang elektronik ini. Banyak modus yang muncul, beberapa menjadi jalan bagi sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab dan bahkan mengarah pada perbuatan kriminal. Modus seperti apa, dan cara apa agar terhindar dari kondisi seperti itu. Ulasannya akan kita hadirkan dalam bagian selanjutnya.

Awasi Transaksi dengan Uang Elektronik, Waspada Phising dan Skimming

phising dan skimming© Disediakan oleh PT. Dwi Cermat Indonesia phising dan skimming

Phising dan Skimming via shutterstock.com

Bila di atas kita sudah membahas tentang salah satu jenis uang elektronik berbasis aplikasi smartphone yang sedang ramai dipakai banyak orang. Kini waktunya untuk mengenali modus kejahatan apa saja di mana seringkali mengincar pengguna uang elektronik. Terbanyak tentu adalah mereka yang memakai ATM. Apa saja? Simak dan waspadai setiap hal berikut.

1. Skimming, Modus Pencurian Data dengan Menyadap Mesin ATM atau EDC

Data pribadi adalah hal yang sangat penting setiap bertransaksi dengan mesin elektronik. Terlebih bila menggunakan mesin ATM, ini karena kartu ATM sangat rentan dan mudah dicuri datanya. Salah satu yang mutakhir adalah skimming. Pelaku menempelkan semacam alat untuk menyadap data saat pengguna mengakses mesin ATM atau bertransaksi via mesin EDC.

Ada juga modus skimming dengan bantuan kamera untuk merekam gerak tangan pengguna saat memasukkan PIN, alhasil si pelaku dengan mudah menguras saldo di rekening korbannya.

2. Phising, Terutama Uang Elektronik Berbasis Aplikasi Smartphone

Di awal telah dijelaskan kemudahan uang elektronik berbasis aplikasi telepon pintar. Tetapi berhati-hatilah karena poin kunci dari seluruh keamanan akun bank yang dimiliki ada di email pendaftaran yang menjadi kunci utama keseluruhan akun untuk bertransaksi.

Saat membuka email waspadai bila email di luar kontak yang ada. Terlebih bila harus memasukkan perubahan identitas dalam sebuah laman di satu situs. Kenali kejangalannya sejak awal sebagai langkah pencegahan paling efektif.

3. Modus Numpang Tranfers

Meski terbilang sudah kadaluarsa tapi kejahatan seperti ini masih ada dan juga masih pula ada yang menjadi korban. Berhati-hatilah saat bertranksi di sebuah mesin ATM dan orang di belakang antrean meminta untuk mentransfer sejumlah uang ke satu rekening tertentu. Karena ini adalah modus pencucian uang palsu, meski kelihatannya jumlahnya sama, tapi uang yang diberikan orang tersebut sebagai ganti sejumlah uang yang ditransferkan sama sekali tak berharga karena palsu.

Jangan pernah percaya dan mudah memberikan bantuan bila menjumpai hal sejenis adalah jalan terbaik untuk lepas dari jerat semacam ini.

4. Untuk Pengguna Kartu Kredit, Lakukan Pengecekan Bila Ada Penawaran Penambahan Limit

Limit kartu kredit bukanlah sesuatu yang mudah dirubah seperti membalik telapak tangan. Bila pada suatu ketika ada orang yang mengatasnamakan dari pihak bank anda dan pada saat yang sama menjanjikan perubahan limit, dalam arti menaikan. Tentu crosscheck ke nomor resmi lebih baik. Sebab ini adalah penipuan bila pihak bank ternyata sedang tak ada promo semacam itu.

Waspada dan Selalu Berhati-hati dalam Melakukan Transaksi

Banyak ragam modus kejahatan yang mengincar transaksi keuangan elektronik di era digital ini. Tetap waspada serta selalu melakukan  sebanyak dan seakurat mungkin adalah cara yang jitu terhindar dari modus semacam ini.

Tetap berhati-hati dan jangan mudah percaya bila dirasa janggal. Apapun itu, transaksi dengan uang elektronik sudah menjadi keharusan di jaman modern ini. Tinggal Anda harus jeli dan cermat agar transaksi Anda aman dan lancar.

Sumber

Ini Modus Kejahatan yang Mengincar Uang Elektronik dan Cara Antisipasinya
Cermati Biaya Tambahan Ini saat Memakai Kartu Kredit!
Tips Berbelanja saat Diskon agar Tidak Kebablasan
Simpan Data di Cloud Storage Aman Atau Tidak?
Asah, Asih, Asuh