APL: Bisnis Properti Tahun 2018 Lebih Bergairah

Staf Pemasaran Damai Putra Group (DPG) B Yuniarto mengatakan, penjualan unit seharga Rp500 juta ke atas justru ramai peminat. Nilai transaksi pada 2017 mencapai Rp37 miliar dan tahun ini ditargetkan mencapai Rp40 miliar. “Yang laku hunian kelas menengah atas atau middle up, mulai tipe 55 ke atas,” katanya pria yang akrab di sapa Yuyun, Jumat (9/2/2018).

Ia mengamati, pembelian hunian kelas menengah atas tidak hanya difungsikan sebagai tempat tinggal saja. Namun, sebagian dari konsumennya memilih untuk investasi. Pembeli dari luar kota cenderung membeli untuk investasi masa depan, kemudian disewakan. “Tapi ada beberapa juga yang ditempati sendiri, mengingat Magelang adalah daerah yang nyaman dan aman untuk tempat tinggal,” ujarnya.

Persaingan bisnis properti di Magelang dinilai cukup ketat. Pihaknya pun berusaha untuk jemput bola dan menawarkan berbagai program menarik. “Saat ini, kemudahan lain juga dari sisi perbankan. Bunga KPR turun, dan hunian bisa di-KPR selama 20 tahun.”

Kepala Cabang BTN Magelang Heru Kristianto memprediksi, tahun ini, pasar porperti di Magelang masih bergairah. Kondisi ini diuntungkan dengan adanya kawasan Candi Borobudur yang masih menjadi magnet utama pertumbuhan properti dan memiliki tingkat kunjungan wisata yang sangat tinggi.

Di sisi lain, nilai investasi di sekitarnya kawasan wisata ini selalu meningkat. Hal inilah yang mendorong bisnis properti di semua kelas menjanjikan. “Maka saya katakan, tahun 2018 bisnis properti akan tetap bangus, bahkan akan meningkat,” jelasnya.

(sm/put/ton/JPR)

Sumber

Bisnis Properti Diyakini Masih Bergairah
Intiland Bidik Penjualan Unit Properti di 2018 Senilai Rp 3,3 Triliun
Intiland bidik marketing sales 2018 sebesar Rp 3,3 triliun
BSD Targetkan Penjualan Rp 7,2 Triliun
Pasar Properti Asia Terus Tunjukkan Optimisme
BSD Bidik Marketing Sales Rp 7,2 Triliun